
Apa langkah membuat artikel SEO yang disukai Google untuk UMKM adalah pertanyaan yang semakin sering muncul dari para pelaku usaha yang sudah punya website tetapi belum kunjung terlihat di halaman pencarian. Kenyataannya, banyak UMKM rajin update Instagram, rajin upload katalog, tetapi website justru dibiarkan seperti ruko kosong—ada bangunannya, tapi tidak ada aktivitas. Artikel ini membahas langkah-langkah fundamental yang mudah dipahami pemilik bisnis, menggunakan pendekatan human-first namun tetap ramah Google. Dengan gaya santai dan contoh praktis, kamu akan melihat bahwa membuat artikel SEO yang disukai Google tidak serumit yang dibayangkan, asalkan memahami pola, niat pencarian (search intent), dan perilaku pengguna online.
Mengapa UMKM Perlu Memahami Langkah Membuat Artikel SEO yang Disukai Google?
Banyak UMKM punya website tetapi tidak muncul di Google karena hanya fokus membuat website, bukan menghidupkannya dengan konten. Artikel tanpa strategi seperti ini tidak pernah masuk radar algoritma Google. Padahal, di era Google AI Overviews dan Helpful Content System, Google semakin cerdas membaca kualitas konten yang benar-benar membantu manusia.
Memahami langkah membuat artikel SEO yang disukai Google bukan soal teknis rumit, tetapi tentang bagaimana menghadirkan informasi yang relevan, mudah dipahami, dan konsisten. Saat kontenmu menjawab kebutuhan pembaca, Google akan melihatnya sebagai sinyal positif.
Apa dampaknya jika UMKM tidak memahami dasar artikel SEO?
Jika UMKM tidak memahami dasar membuat artikel SEO, beberapa hal ini biasanya terjadi:
-
Artikel tidak terbaca Google karena struktur berantakan
-
Tidak muncul di kata kunci penting seperti jasa, produk, atau lokasi bisnis
-
Website tampak “mati” dan tidak diindeks secara rutin
-
Peluang muncul di pencarian Google hilang
-
Traffic stagnan dan pelanggan baru tidak datang dari pencarian organik
Inilah alasan Google sangat mengutamakan konten yang informatif dan mudah dipahami, bukan sekadar artikel panjang tanpa arah.
Bagaimana Google menilai kualitas artikel UMKM?
Google memeriksa berbagai aspek seperti:
-
Relevansi: apakah menjawab pertanyaan pengguna?
-
Pengalaman penulis (E-E-A-T): apakah terlihat ditulis oleh orang yang benar-benar paham topik?
-
Struktur & kejelasan: apakah artikel menggunakan heading, subheading, paragraf pendek, dan penjelasan runtut?
Bahkan dalam pedoman kualitas Google, konten yang paling dihargai adalah yang memberikan nilai, bukan sekadar memuat keyword pendukung atau kata kunci tambahan.
Apa perubahan terbaru Google tentang konten AI?
Google tidak melarang konten AI. Yang dilarang adalah konten yang tidak bermakna atau hanya “copy paste” hasil AI tanpa insight manusia. Intinya:
-
Human insight = wajib
-
AI boleh, tapi harus meaningful
-
Konten harus tetap original, relevan, dan bermanfaat
Seperti yang disampaikan oleh Marie Haynes, pakar Google Quality Update:
“Google berfokus pada helpfulness. AI boleh digunakan, tetapi konten harus memperlihatkan pengalaman manusia, konteks nyata, dan manfaat yang jelas bagi pembaca. Algoritme kini lebih cerdas membaca nilai daripada sekadar jumlah kata.”
Bagaimana Memulai Artikel dengan Riset Keyword yang Tepat untuk UMKM?
Masalah terbesar UMKM adalah menulis artikel SEO secara asal jadi. Misalnya: hanya karena sedang ingin posting, langsung menulis topik apa saja tanpa mempertimbangkan apa yang dicari orang di Google. Alhasil, artikel tidak menjawab pertanyaan pengguna sehingga Google mengabaikannya.
Riset keyword adalah fondasi dari artikel SEO yang disukai Google. Namun tidak harus rumit. UMKM bisa memulai dengan cara yang sederhana dan human-centric, lalu dibantu AI untuk mempercepat proses.
Apa cara paling mudah riset keyword untuk UMKM?
Berikut metode termudah, praktis, dan gratis:
-
Gunakan Google Search
Ketikkan topikmu, lalu lihat bagian People Also Ask dan Related Searches. -
Gunakan Google Suggest
Perhatikan saran keyword yang muncul otomatis ketika mengetik kata awal. -
Tanyakan AI
Gunakan prompt sederhana seperti: “Apa keyword yang dicari orang untuk topik [bisnismu]?”
Metode ini sudah lebih dari cukup untuk memulai artikel SEO friendly tanpa aplikasi rumit.
Bagaimana memilih keyword yang realistis untuk UMKM?
Untuk UMKM, keyword yang realistis adalah keyword yang bisa dimenangkan tanpa harus bersaing dengan perusahaan besar. Caranya:
-
Cari keyword long-tail
Contoh: bukan “pelatihan digital marketing”, tetapi “pelatihan digital marketing untuk UMKM”. -
Fokus pada keyword lokal
Contoh: “kursus SEO AI Surabaya”, “jasa interior Sidoarjo”. -
Prioritaskan keyword yang relevan dengan produk bisnis
Ini memberi sinyal kuat ke Google tentang fokus website.
Keyword seperti ini lebih mudah ranking dan menghasilkan traffic yang lebih tertarget.
Apa kesalahan riset keyword yang sering dilakukan UMKM?
Beberapa kesalahan umum yang wajib dihindari:
-
Pilih keyword hanya karena volume besar
Padahal kompetisinya tinggi dan tidak relevan dengan bisnis. -
Tidak mengerti search intent
Misal: orang mencari “cara membuat kue”, tetapi artikel malah promosi toko kue. -
Mengumpulkan terlalu banyak keyword dalam satu artikel
Ini membuat artikel tidak fokus dan tidak memenuhi Helpful Content System. -
Tidak cek relevansi pencarian
Pastikan kontennya memang menjawab apa yang orang harapkan ketika mengetik keyword tersebut.
Artikel ini menuntun UMKM memahami langkah membuat artikel SEO yang disukai Google dengan cara yang sederhana, human-first, dan tetap relevan dengan algoritma terbaru Google—mulai dari riset keyword, memahami search intent, menulis konten yang relevan, hingga menyusun struktur artikel yang rapi. Dengan pendekatan ini, peluang website UMKM untuk muncul di Google akan meningkat signifikan.
Apa langkah membuat artikel SEO yang disukai Google tidak hanya bergantung pada riset keyword, tetapi juga bagaimana struktur artikel disusun agar enak dibaca manusia dan mudah dipahami Google. Struktur yang rapi adalah fondasi dari artikel SEO friendly, apalagi di era ketika SERP semakin menonjolkan konten berbasis Q&A dan snippet yang jelas. Banyak UMKM sudah menulis artikel, tetapi tidak memahami cara menyusun heading, paragraf, dan penempatan keyword sehingga artikel tidak terbaca Google walaupun isinya bagus.
Apa Struktur Artikel SEO yang Disukai Google?
Masalah terbesar UMKM saat menulis konten adalah artikel tidak terstruktur. Judul ada, tapi tidak ada alur. Paragraf panjang. Tidak ada heading yang jelas. Padahal Google menilai struktur sebagai bagian dari kualitas konten. Ketika Google melihat artikel rapi dan tersegmentasi menggunakan H1–H2–H3, algoritma lebih mudah memahami konteks dan maksud dari artikel tersebut.
Solusinya sederhana: gunakan pola H1–H2–H3 yang rapi, buat paragraf pendek, dan pastikan setiap bagian menjawab pertanyaan spesifik yang dicari pengguna. Saat struktur rapi, konten bukan hanya SEO-friendly tetapi juga human-friendly.
SERP sekarang mengutamakan artikel dalam format tanya jawab (Q&A). Itulah mengapa struktur yang jelas menjadi elemen penting dalam langkah membuat artikel SEO yang disukai Google.
Mengapa struktur heading penting dalam artikel SEO?
Struktur heading membantu:
-
Memudahkan crawling Google
Mesin pencari memahami alur artikel dengan lebih cepat.
Google bisa mengidentifikasi bagian utama, subtopik, dan poin penting. -
Memudahkan pembaca
Orang cenderung membaca cepat (skimming).
Dengan heading, pembaca bisa langsung menemukan bagian yang mereka cari. -
Meningkatkan peluang muncul di Featured Snippet
Artikel dengan struktur jelas lebih sering terpilih sebagai jawaban cepat Google.
Saya sering melihat UMKM menulis artikel tanpa heading. Kalimat mengalir panjang, tidak ada jeda, tidak ada konteks. Meski isinya bagus, Google kesulitan mengurai pesan artikel tersebut. Begitu struktur dibenahi, artikel yang sama bisa meningkat performanya di SERP.
Bagaimana contoh struktur artikel SEO friendly untuk UMKM?
Struktur sederhana berikut sudah cukup untuk membuat artikel disukai Google:
1. Intro → mulai dengan keyword utama & gambaran masalah
2. Problem → jelaskan kendala yang dialami pembaca
3. Solusi → berikan langkah-langkah yang relevan
4. Tips → tambahkan pengalaman atau insight pribadi
5. CTA → arahkan pembaca ke tindakan berikutnya
Struktur ini sangat Google-friendly karena:
-
Mengandung alur logis
-
Mengikuti pola pertanyaan–jawaban
-
Memenuhi search intent pengguna
UMKM bisa menulis artikel berkualitas tanpa harus ahli teknis SEO selama mengikuti template ini.
Bagaimana menempatkan keyword tanpa keyword stuffing?
Google sekarang peka terhadap keyword stuffing. Jadi cara terbaik menggunakan keyword utama adalah secara alami. Gunakan aturan aman berikut:
-
1× di awal artikel
-
1× di tengah artikel
-
1× di akhir artikel
-
Sisanya natural, mengikuti alur kalimat
Untuk keyword pendukung dan LSI (seperti “artikel SEO friendly”, “struktur konten”, “konten AI”, “search intent”), masukkan secara natural ke dalam paragraf. Semakin alami, semakin disukai Google.
Saya pernah menguji dua artikel: satu dipenuhi keyword berulang, satu lagi natural. Hasilnya, artikel yang natural lebih cepat naik karena dianggap “helpful” oleh algoritma.
Bagaimana Menulis Konten yang Disukai Google dan Manusia Sekaligus?
Masalah lain yang sering terjadi adalah banyak artikel dibuat hanya mengejar ranking. Akhirnya terasa kaku, tidak punya suara manusia, tidak bercerita, dan hanya fokus pada banyaknya kata. Padahal Google kini menilai helpfulness, bukan sekadar panjang tulisan atau jumlah keyword.
Solusinya: fokus menulis untuk manusia, bukan robot. Ceritakan pengalaman nyata, berikan analogi yang mudah, dan tetap mengutamakan kejelasan. Algoritma Google semakin mendekati cara manusia membaca, jadi konten yang terlalu “robotic” akan mudah terdeteksi dan diturunkan kualitasnya.
Menariknya, berdasarkan pengalaman saya mendampingi ratusan UMKM, artikel yang berisi cerita nyata jauh lebih cepat mendapatkan impresi tinggi dibanding artikel panjang yang generik.
Apa formula menulis artikel yang disukai Google?
Gunakan tiga formula sederhana:
-
Helpful: benar-benar membantu pembaca menyelesaikan masalah
-
Original: punya sudut pandang atau pengalaman manusia
-
Relevan: sesuai dengan niat pencarian (search intent)
Google akan memberi sinyal positif jika kontenmu:
-
Menjawab pertanyaan dengan jelas
-
Tidak berputar-putar
-
Menggunakan bahasa manusia
-
Memberikan nilai praktis bagi pembaca
Bagaimana membuat paragraf mudah dibaca UMKM?
Gunakan prinsip berikut:
-
Hindari istilah teknis kecuali benar-benar diperlukan
UMKM tidak butuh istilah seperti “semantic latent vector analysis”. -
Gunakan contoh nyata
Misal: “Jika kamu punya bisnis laundry, artikelmu bisa menjelaskan tips merawat kain.” -
Gunakan kalimat pendek dan langsung
Agar mudah dipindai oleh pembaca dan Google. -
Gunakan bullet point
Bullet point membantu Google memahami struktur topik.
Google menyukai konten yang jelas, padat, dan tidak bertele-tele.
Apa peran storytelling dalam artikel SEO?
Storytelling membuat artikel:
-
Terasa manusiawi
-
Lebih mudah dipahami
-
Meningkatkan waktu baca (dwell time)
-
Lebih relevan dengan pengalaman pengguna
Google menilai engagement sebagai bagian dari kualitas konten. Ketika pembaca tinggal lebih lama karena cerita menarik, Google membaca itu sebagai sinyal positif.
Saya sering mengajarkan UMKM untuk memulai artikel dengan cerita ringan, misalnya pengalaman gagal membuat website ranking. Ketika pembaca merasa “ini pengalaman saya banget”, mereka akan terus membaca. Ini meningkatkan peluang artikel muncul di posisi lebih tinggi.
Mau dibimbing menulis artikel SEO yang benar? Coba Kursus SEO AI Mas Naviq.
Dengan memahami struktur, teknik penulisan, storytelling, dan cara menghindari keyword stuffing, UMKM dapat menulis konten yang bermanfaat, relevan, dan selaras dengan algoritma Google. Semua ini adalah bagian penting dari apa langkah membuat artikel SEO yang disukai Google.

Halo, saya Mas Naviq — praktisi SEO AI yang percaya bahwa optimasi website gak harus rumit, teknis, atau menguras energi.
Saya ingin membantu para pemilik bisnis, freelancer, dan marketer pemula:
yang bingung mulai dari mana
yang takut SEO itu ribet
dan yang ingin naik level digital tanpa harus coding atau pakai agency mahal
Dengan pendekatan praktis, efisien, dan membumi, saya ingin menunjukkan bahwa semua orang bisa belajar SEO — apalagi kalau dibantu AI.
