Apa Langkah Membuat Artikel SEO yang Disukai Google untuk UMKM?

Apa langkah membuat artikel SEO yang disukai Google untuk UMKM adalah pertanyaan yang semakin sering muncul dari para pelaku usaha yang sudah punya website tetapi belum kunjung terlihat di halaman pencarian. Kenyataannya, banyak UMKM rajin update Instagram, rajin upload katalog, tetapi website justru dibiarkan seperti ruko kosong—ada bangunannya, tapi tidak ada aktivitas. Artikel ini membahas langkah-langkah fundamental yang mudah dipahami pemilik bisnis, menggunakan pendekatan human-first namun tetap ramah Google. Dengan gaya santai dan contoh praktis, kamu akan melihat bahwa membuat artikel SEO yang disukai Google tidak serumit yang dibayangkan, asalkan memahami pola, niat pencarian (search intent), dan perilaku pengguna online.


Mengapa UMKM Perlu Memahami Langkah Membuat Artikel SEO yang Disukai Google?

Banyak UMKM punya website tetapi tidak muncul di Google karena hanya fokus membuat website, bukan menghidupkannya dengan konten. Artikel tanpa strategi seperti ini tidak pernah masuk radar algoritma Google. Padahal, di era Google AI Overviews dan Helpful Content System, Google semakin cerdas membaca kualitas konten yang benar-benar membantu manusia.

Memahami langkah membuat artikel SEO yang disukai Google bukan soal teknis rumit, tetapi tentang bagaimana menghadirkan informasi yang relevan, mudah dipahami, dan konsisten. Saat kontenmu menjawab kebutuhan pembaca, Google akan melihatnya sebagai sinyal positif.


Apa dampaknya jika UMKM tidak memahami dasar artikel SEO?

Jika UMKM tidak memahami dasar membuat artikel SEO, beberapa hal ini biasanya terjadi:

  • Artikel tidak terbaca Google karena struktur berantakan

  • Tidak muncul di kata kunci penting seperti jasa, produk, atau lokasi bisnis

  • Website tampak “mati” dan tidak diindeks secara rutin

  • Peluang muncul di pencarian Google hilang

  • Traffic stagnan dan pelanggan baru tidak datang dari pencarian organik

Inilah alasan Google sangat mengutamakan konten yang informatif dan mudah dipahami, bukan sekadar artikel panjang tanpa arah.


Bagaimana Google menilai kualitas artikel UMKM?

Google memeriksa berbagai aspek seperti:

  • Relevansi: apakah menjawab pertanyaan pengguna?

  • Pengalaman penulis (E-E-A-T): apakah terlihat ditulis oleh orang yang benar-benar paham topik?

  • Struktur & kejelasan: apakah artikel menggunakan heading, subheading, paragraf pendek, dan penjelasan runtut?

Bahkan dalam pedoman kualitas Google, konten yang paling dihargai adalah yang memberikan nilai, bukan sekadar memuat keyword pendukung atau kata kunci tambahan.


Apa perubahan terbaru Google tentang konten AI?

Google tidak melarang konten AI. Yang dilarang adalah konten yang tidak bermakna atau hanya “copy paste” hasil AI tanpa insight manusia. Intinya:

  • Human insight = wajib

  • AI boleh, tapi harus meaningful

  • Konten harus tetap original, relevan, dan bermanfaat

Seperti yang disampaikan oleh Marie Haynes, pakar Google Quality Update:

“Google berfokus pada helpfulness. AI boleh digunakan, tetapi konten harus memperlihatkan pengalaman manusia, konteks nyata, dan manfaat yang jelas bagi pembaca. Algoritme kini lebih cerdas membaca nilai daripada sekadar jumlah kata.”


Bagaimana Memulai Artikel dengan Riset Keyword yang Tepat untuk UMKM?

Masalah terbesar UMKM adalah menulis artikel SEO secara asal jadi. Misalnya: hanya karena sedang ingin posting, langsung menulis topik apa saja tanpa mempertimbangkan apa yang dicari orang di Google. Alhasil, artikel tidak menjawab pertanyaan pengguna sehingga Google mengabaikannya.

Riset keyword adalah fondasi dari artikel SEO yang disukai Google. Namun tidak harus rumit. UMKM bisa memulai dengan cara yang sederhana dan human-centric, lalu dibantu AI untuk mempercepat proses.


Apa cara paling mudah riset keyword untuk UMKM?

Berikut metode termudah, praktis, dan gratis:

  1. Gunakan Google Search
    Ketikkan topikmu, lalu lihat bagian People Also Ask dan Related Searches.

  2. Gunakan Google Suggest
    Perhatikan saran keyword yang muncul otomatis ketika mengetik kata awal.

  3. Tanyakan AI
    Gunakan prompt sederhana seperti: “Apa keyword yang dicari orang untuk topik [bisnismu]?”

Metode ini sudah lebih dari cukup untuk memulai artikel SEO friendly tanpa aplikasi rumit.


Bagaimana memilih keyword yang realistis untuk UMKM?

Untuk UMKM, keyword yang realistis adalah keyword yang bisa dimenangkan tanpa harus bersaing dengan perusahaan besar. Caranya:

  • Cari keyword long-tail
    Contoh: bukan “pelatihan digital marketing”, tetapi “pelatihan digital marketing untuk UMKM”.

  • Fokus pada keyword lokal
    Contoh: “kursus SEO AI Surabaya”, “jasa interior Sidoarjo”.

  • Prioritaskan keyword yang relevan dengan produk bisnis
    Ini memberi sinyal kuat ke Google tentang fokus website.

Keyword seperti ini lebih mudah ranking dan menghasilkan traffic yang lebih tertarget.


Apa kesalahan riset keyword yang sering dilakukan UMKM?

Beberapa kesalahan umum yang wajib dihindari:

  • Pilih keyword hanya karena volume besar
    Padahal kompetisinya tinggi dan tidak relevan dengan bisnis.

  • Tidak mengerti search intent
    Misal: orang mencari “cara membuat kue”, tetapi artikel malah promosi toko kue.

  • Mengumpulkan terlalu banyak keyword dalam satu artikel
    Ini membuat artikel tidak fokus dan tidak memenuhi Helpful Content System.

  • Tidak cek relevansi pencarian
    Pastikan kontennya memang menjawab apa yang orang harapkan ketika mengetik keyword tersebut.


Artikel ini menuntun UMKM memahami langkah membuat artikel SEO yang disukai Google dengan cara yang sederhana, human-first, dan tetap relevan dengan algoritma terbaru Google—mulai dari riset keyword, memahami search intent, menulis konten yang relevan, hingga menyusun struktur artikel yang rapi. Dengan pendekatan ini, peluang website UMKM untuk muncul di Google akan meningkat signifikan.

Apa langkah membuat artikel SEO yang disukai Google tidak hanya bergantung pada riset keyword, tetapi juga bagaimana struktur artikel disusun agar enak dibaca manusia dan mudah dipahami Google. Struktur yang rapi adalah fondasi dari artikel SEO friendly, apalagi di era ketika SERP semakin menonjolkan konten berbasis Q&A dan snippet yang jelas. Banyak UMKM sudah menulis artikel, tetapi tidak memahami cara menyusun heading, paragraf, dan penempatan keyword sehingga artikel tidak terbaca Google walaupun isinya bagus.


Apa Struktur Artikel SEO yang Disukai Google?

Masalah terbesar UMKM saat menulis konten adalah artikel tidak terstruktur. Judul ada, tapi tidak ada alur. Paragraf panjang. Tidak ada heading yang jelas. Padahal Google menilai struktur sebagai bagian dari kualitas konten. Ketika Google melihat artikel rapi dan tersegmentasi menggunakan H1–H2–H3, algoritma lebih mudah memahami konteks dan maksud dari artikel tersebut.

Solusinya sederhana: gunakan pola H1–H2–H3 yang rapi, buat paragraf pendek, dan pastikan setiap bagian menjawab pertanyaan spesifik yang dicari pengguna. Saat struktur rapi, konten bukan hanya SEO-friendly tetapi juga human-friendly.

SERP sekarang mengutamakan artikel dalam format tanya jawab (Q&A). Itulah mengapa struktur yang jelas menjadi elemen penting dalam langkah membuat artikel SEO yang disukai Google.


Mengapa struktur heading penting dalam artikel SEO?

Struktur heading membantu:

  • Memudahkan crawling Google
    Mesin pencari memahami alur artikel dengan lebih cepat.
    Google bisa mengidentifikasi bagian utama, subtopik, dan poin penting.

  • Memudahkan pembaca
    Orang cenderung membaca cepat (skimming).
    Dengan heading, pembaca bisa langsung menemukan bagian yang mereka cari.

  • Meningkatkan peluang muncul di Featured Snippet
    Artikel dengan struktur jelas lebih sering terpilih sebagai jawaban cepat Google.

Saya sering melihat UMKM menulis artikel tanpa heading. Kalimat mengalir panjang, tidak ada jeda, tidak ada konteks. Meski isinya bagus, Google kesulitan mengurai pesan artikel tersebut. Begitu struktur dibenahi, artikel yang sama bisa meningkat performanya di SERP.


Bagaimana contoh struktur artikel SEO friendly untuk UMKM?

Struktur sederhana berikut sudah cukup untuk membuat artikel disukai Google:

1. Intro → mulai dengan keyword utama & gambaran masalah
2. Problem → jelaskan kendala yang dialami pembaca
3. Solusi → berikan langkah-langkah yang relevan
4. Tips → tambahkan pengalaman atau insight pribadi
5. CTA → arahkan pembaca ke tindakan berikutnya

Struktur ini sangat Google-friendly karena:

  • Mengandung alur logis

  • Mengikuti pola pertanyaan–jawaban

  • Memenuhi search intent pengguna

UMKM bisa menulis artikel berkualitas tanpa harus ahli teknis SEO selama mengikuti template ini.


Bagaimana menempatkan keyword tanpa keyword stuffing?

Google sekarang peka terhadap keyword stuffing. Jadi cara terbaik menggunakan keyword utama adalah secara alami. Gunakan aturan aman berikut:

  • 1× di awal artikel

  • 1× di tengah artikel

  • 1× di akhir artikel

  • Sisanya natural, mengikuti alur kalimat

Untuk keyword pendukung dan LSI (seperti “artikel SEO friendly”, “struktur konten”, “konten AI”, “search intent”), masukkan secara natural ke dalam paragraf. Semakin alami, semakin disukai Google.

Saya pernah menguji dua artikel: satu dipenuhi keyword berulang, satu lagi natural. Hasilnya, artikel yang natural lebih cepat naik karena dianggap “helpful” oleh algoritma.


Bagaimana Menulis Konten yang Disukai Google dan Manusia Sekaligus?

Masalah lain yang sering terjadi adalah banyak artikel dibuat hanya mengejar ranking. Akhirnya terasa kaku, tidak punya suara manusia, tidak bercerita, dan hanya fokus pada banyaknya kata. Padahal Google kini menilai helpfulness, bukan sekadar panjang tulisan atau jumlah keyword.

Solusinya: fokus menulis untuk manusia, bukan robot. Ceritakan pengalaman nyata, berikan analogi yang mudah, dan tetap mengutamakan kejelasan. Algoritma Google semakin mendekati cara manusia membaca, jadi konten yang terlalu “robotic” akan mudah terdeteksi dan diturunkan kualitasnya.

Menariknya, berdasarkan pengalaman saya mendampingi ratusan UMKM, artikel yang berisi cerita nyata jauh lebih cepat mendapatkan impresi tinggi dibanding artikel panjang yang generik.


Apa formula menulis artikel yang disukai Google?

Gunakan tiga formula sederhana:

  • Helpful: benar-benar membantu pembaca menyelesaikan masalah

  • Original: punya sudut pandang atau pengalaman manusia

  • Relevan: sesuai dengan niat pencarian (search intent)

Google akan memberi sinyal positif jika kontenmu:

  • Menjawab pertanyaan dengan jelas

  • Tidak berputar-putar

  • Menggunakan bahasa manusia

  • Memberikan nilai praktis bagi pembaca


Bagaimana membuat paragraf mudah dibaca UMKM?

Gunakan prinsip berikut:

  • Hindari istilah teknis kecuali benar-benar diperlukan
    UMKM tidak butuh istilah seperti “semantic latent vector analysis”.

  • Gunakan contoh nyata
    Misal: “Jika kamu punya bisnis laundry, artikelmu bisa menjelaskan tips merawat kain.”

  • Gunakan kalimat pendek dan langsung
    Agar mudah dipindai oleh pembaca dan Google.

  • Gunakan bullet point
    Bullet point membantu Google memahami struktur topik.

Google menyukai konten yang jelas, padat, dan tidak bertele-tele.


Apa peran storytelling dalam artikel SEO?

Storytelling membuat artikel:

  • Terasa manusiawi

  • Lebih mudah dipahami

  • Meningkatkan waktu baca (dwell time)

  • Lebih relevan dengan pengalaman pengguna

Google menilai engagement sebagai bagian dari kualitas konten. Ketika pembaca tinggal lebih lama karena cerita menarik, Google membaca itu sebagai sinyal positif.

Saya sering mengajarkan UMKM untuk memulai artikel dengan cerita ringan, misalnya pengalaman gagal membuat website ranking. Ketika pembaca merasa “ini pengalaman saya banget”, mereka akan terus membaca. Ini meningkatkan peluang artikel muncul di posisi lebih tinggi.

Mau dibimbing menulis artikel SEO yang benar? Coba Kursus SEO AI Mas Naviq.


Dengan memahami struktur, teknik penulisan, storytelling, dan cara menghindari keyword stuffing, UMKM dapat menulis konten yang bermanfaat, relevan, dan selaras dengan algoritma Google. Semua ini adalah bagian penting dari apa langkah membuat artikel SEO yang disukai Google.

Apa langkah membuat artikel SEO yang disukai Google tidak berhenti pada riset keyword dan penulisan konten saja. Agar artikel benar-benar muncul, dibaca, dan direkomendasikan algoritma, UMKM perlu memahami bagian paling sering diabaikan: optimasi on-page, kualitas penulisan, dan konsistensi publikasi. Inilah bagian yang membedakan website yang hidup dan muncul stabil di Google dengan website yang sekadar ada.


Bagaimana Optimasi On-Page agar Artikel Mudah Disukai Google?

Masalah yang paling sering terjadi pada UMKM adalah mengabaikan elemen on-page. Artikel sudah ditulis, sudah panjang, sudah bagus—tetapi tidak muncul di Google karena tidak memiliki struktur on-page yang jelas. Google membutuhkan sinyal teknis untuk mengenali topik, konteks, dan relevansi artikel.

Solusinya tidak perlu rumit. Optimasi on-page cukup dilakukan secara ringan namun efektif. Fokus saja pada empat komponen utama: Title, Meta Description, URL, dan Internal Link. Saat elemen-elemen ini diatur dengan benar, peluang artikel muncul di snippet dan mendominasi SERP jauh lebih besar. Ini sejalan dengan tren terbaru, di mana cuplikan jawaban (snippet) dan structured section lebih sering muncul di posisi atas.


Apa saja elemen optimasi on-page penting?

Berikut komponen on-page yang wajib diperhatikan oleh UMKM:

1. Meta Title

  • Harus mengandung keyword utama.

  • Gunakan format yang menjelaskan nilai manfaat.

  • Jangan terlalu panjang—maksimal 60 karakter.

Contoh:
“Langkah Membuat Artikel SEO yang Disukai Google untuk UMKM”

2. Meta Description

  • Jangan hanya berisi keyword.

  • Tulis ringkasan bernilai yang menjawab kebutuhan pembaca.

  • Maksimal 155 karakter.

3. URL

  • Singkat, jelas, dan mengandung keyword pendukung.

  • Hindari angka acak atau karakter tidak jelas.

Contoh:
/artikel-seo-umkm-langkah-membuat-artikel

4. Link Building (Internal & Eksternal)

  • Internal link membantu Google memahami hubungan topik dalam website.

  • Eksternal link memberi sinyal bahwa kontenmu berkualitas karena mengacu pada sumber otoritatif.

Struktur on-page inilah yang membuat artikel tidak hanya terbaca Google, tetapi juga dinilai relevan dengan topik pencarian.


Bagaimana optimasi gambar untuk artikel SEO?

Visual memang penting, tetapi sering dilupakan. Padahal Google Image Search bisa menjadi tambahan traffic bagi UMKM. Optimasi gambar dilakukan dengan langkah berikut:

1. Alt Text

  • Tulis deskripsi gambar yang relevan terhadap isi artikel.

  • Gunakan keyword pendukung secara natural.

2. Kompresi Gambar

  • Gambar terlalu besar membuat website lambat.

  • Kompres sebelum upload tanpa menurunkan kualitas visual.

3. Relevansi

  • Pastikan gambar benar-benar mendukung isi konten.

  • Hindari gambar yang tidak nyambung hanya karena terlihat bagus.

Google suka konten yang rapi dan cepat dimuat. Optimasi gambar membantu kedua hal itu.


Apa yang membuat Google menilai artikel berkualitas?

Google menilai kualitas artikel berdasarkan tiga parameter utama:

1. Konsistensi Tema

Artikel harus fokus pada satu topik. Jangan lompat-lompat. Google menilai fokus sebagai sinyal strong topical relevance.

2. Originality

Artikel tidak boleh hanya mengulang konten dari website lain. Sertakan insight unik, contoh nyata, atau data relevan dari pengalaman bisnis.

3. Kejelasan

Google menyukai konten yang ditulis dengan jelas, menggunakan heading, paragraf singkat, dan bahasa natural.

Kualitas ini sejalan dengan pernyataan Barry Schwartz, analis SEO dunia:

“Google semakin memprioritaskan konten yang jelas, relevan, dan ditulis dengan niat membantu. Struktur yang rapi, on-page yang benar, dan keaslian tulisan adalah sinyal yang paling mudah dibaca algoritma hari ini.”


Bagaimana Memastikan Artikel SEO Tetap Berkualitas Tanpa Harus Ahli Teknis?

Banyak UMKM takut menulis artikel SEO karena merasa “tidak jago teknis”. Padahal Google tidak meminta UMKM menjadi teknisi SEO—Google hanya ingin konten yang bermanfaat, jelas, dan manusiawi.

Solusi paling mudah adalah menggunakan AI sebagai asisten, bukan pengganti manusia. AI membantu mempercepat proses, tetapi pengalaman manusialah yang membuat konten disukai Google. Tren terbaru Google AI SERP bahkan menonjolkan konten yang memiliki unsur human-centered storytelling.


Bagaimana cara menggunakan AI secara etis untuk menulis artikel?

Gunakan AI untuk mempercepat, bukan untuk menyerahkan semua proses. Lakukan langkah berikut:

  • Tambahkan pengalaman pribadi ke dalam konten.

  • Gunakan AI untuk draft awal, tetapi edit ulang dengan gaya sendiri.

  • Hindari duplikasi konten dari artikel lain.

  • Selalu periksa kembali fakta, data, dan struktur.

Artikel yang menggabungkan AI + human insight jauh lebih kuat di mata algoritma Google.

Saya sering melihat UMKM yang menulis dengan AI apa adanya. Artikel tampil rapi, tapi tidak punya jiwa. Ketika ditambahkan pengalaman nyata—misal cerita tantangan bisnis atau hasil real project—artikelnya langsung terasa lebih hidup dan naik impression di Search Console.


Apa yang harus UMKM hindari saat memakai AI menulis artikel?

Hindari hal berikut:

  • Artikel template yang terlihat seperti hasil AI generik.

  • Kalimat repetitif yang tidak menambah nilai.

  • Keyword stuffing yang muncul dari prompt tidak tepat.

  • Bahasa terlalu formal atau terlalu kaku.

Google mudah mengenali pola ini dan menurunkan kualitas artikelnya.


Bagaimana AI membantu mempercepat proses menulis?

AI bisa mempercepat tiga bagian penting:

1. Ide Riset

AI membantu menemukan keyword turunan, LSI, dan search intent tanpa harus membuka banyak tab.

2. Outline

Outline menjadi lebih terstruktur dan mudah dikembangkan.

3. Editing

AI membantu menyederhanakan kalimat, memperbaiki grammar, dan membuat paragraf lebih mudah dibaca.

Dengan kombinasi AI dan pengalaman manusia, artikel menjadi lebih kuat secara kualitas maupun teknis.


Bagaimana Menjaga Konsistensi Artikel SEO untuk Meningkatkan Reputasi Google?

Masalah terbesar UMKM bukan hanya menulis, tetapi konsisten menulis. Banyak UMKM posting sekali lalu berhenti berbulan-bulan. Google melihat website ini sebagai tidak aktif. Padahal konsistensi adalah sinyal kepercayaan bagi algoritma.

Solusinya adalah membuat kalender konten. Tidak perlu ribet. Cukup tentukan topik mingguan dan minimal target 4–8 artikel per bulan. Tren Google jelas: website aktif selalu menang.


Mengapa konsistensi lebih penting daripada viral?

Karena Google memprioritaskan:

  • Aktivitas berkelanjutan

  • Pembaruan rutin

  • Website yang menunjukkan progres

Artikel viral hanya memberi lonjakan sesaat. Tetapi artikel rutin membangun otoritas jangka panjang.


Apa pola posting ideal untuk UMKM?

Gunakan pola berikut:

  • Artikel edukatif (cara, tips, panduan)

  • Artikel produk/jasa (informasi layanan)

  • Artikel problem–solusi (jawaban atas masalah pelanggan)

Dengan kombinasi ini, website tampak relevan dan aktif.


Bagaimana tahu artikel mulai disukai Google?

Perhatikan tiga indikator:

  • Impression naik di Google Search Console

  • Indexing cepat, biasanya dalam hitungan jam

  • CTR meningkat dari judul & snippet yang jelas

Tiga sinyal ini menunjukkan bahwa Google mulai mempercayai website.

Jika ingin konsisten tapi tidak punya waktu, gunakan Jasa Kelola Website Mas Naviq.


Dengan mempraktikkan optimasi on-page, penggunaan AI yang etis, dan konsistensi publikasi, UMKM dapat memperkuat reputasi digitalnya. Inilah bagian lanjutan dari apa langkah membuat artikel SEO yang disukai Google.

FAQ 

1. Apa itu artikel SEO friendly?

Artikel SEO friendly adalah konten yang ditulis untuk membantu manusia, tetapi disusun dengan struktur dan elemen on-page yang memudahkan Google memahami topiknya. Artikel harus relevan, original, memiliki heading yang rapi, dan menjawab search intent pengguna.


2. Berapa panjang ideal artikel SEO agar disukai Google?

Tidak ada aturan wajib. Google lebih menilai helpfulness daripada panjang. Namun, artikel yang informatif biasanya berada di rentang 800–1.500 kata dengan struktur H1–H2–H3 yang rapi dan paragraf singkat.


3. Apakah artikel yang ditulis AI bisa muncul di Google?

Bisa, selama mengandung insight manusia, bukan hasil AI mentah. Google tidak melarang AI, tetapi menolak konten yang tidak bermakna, duplikatif, atau tidak membantu pembaca.


4. Apa perbedaan keyword utama dan keyword pendukung?

Keyword utama adalah kata kunci fokus artikel, sedangkan keyword pendukung dan LSI membantu memperkuat sinyal relevansi ke Google. Semua harus ditempatkan secara natural dalam paragraf.


5. Bagaimana cara menempatkan keyword tanpa keyword stuffing?

Gunakan pola aman:

  • 1× di awal artikel

  • 1× di tengah

  • 1× di akhir

  • Sisanya menyebar secara natural dalam konteks kalimat, tanpa dipaksa


6. Apakah UMKM harus menguasai teknis SEO rumit untuk membuat artikel?

Tidak perlu. Cukup pahami dasar-dasar seperti struktur heading, riset keyword sederhana, dan optimasi on-page ringan. AI dapat membantu membuat outline, riset ide, dan editing.


7. Kenapa artikel saya tidak muncul di Google padahal sudah diposting?

Beberapa penyebab umum:

  • Tidak ada struktur H1–H2–H3

  • Keyword tidak relevan

  • On-page tidak dioptimasi

  • Artikel terlalu tipis atau generik

  • Website jarang update sehingga dianggap tidak aktif


8. Bagaimana mengetahui apakah artikel saya sudah SEO friendly?

Cek indikator berikut:

  • Judul jelas dan mengandung keyword

  • Meta description menjelaskan manfaat

  • Struktur heading lengkap

  • Internal link relevan

  • Gambar memiliki alt text

  • Artikel menjawab pertanyaan utama pengguna


9. Seberapa penting konsistensi posting untuk ranking Google?

Sangat penting. Google menyukai website yang aktif. Konsistensi lebih berdampak jangka panjang daripada artikel viral sesaat. Minimal update 4–8 artikel per bulan untuk UMKM.


10. Bagaimana cara UMKM riset keyword tanpa tools berbayar?

Gunakan tiga cara mudah:

  • Google Suggest

  • People Also Ask

  • Tanyakan AI dengan prompt yang tepat

Metode ini cukup kuat untuk menghasilkan ide konten organik.


11. Apa peran internal link dalam artikel SEO?

Internal link membantu Google memahami hubungan antarhalaman dalam website. Ini meningkatkan crawlability, user experience, dan kekuatan SEO on-page.


12. Apa tanda-tanda artikel mulai disukai Google?

  • Impression naik

  • Artikel cepat terindeks

  • CTR meningkat

  • Muncul di query turunan dan long-tail keywords

Mau artikel website UMKM-mu naik, aktif, dan disukai Google? Daftar Kursus SEO AI atau gunakan Jasa Kelola Website Mas Naviq sekarang!