
Cara riset keyword tanpa tools berbayar menjadi kebutuhan penting bagi UMKM yang ingin mulai muncul di Google tanpa harus mengeluarkan biaya untuk software premium. Banyak pelaku usaha merasa riset keyword itu “ribet” atau “harus pakai tools mahal”, padahal Google sendiri sudah menyediakan sejumlah fitur gratis yang bisa menjadi sumber data sangat akurat. Artikel ini akan membantu UMKM memahami cara kerja riset keyword manual, membaca pola pencarian pengguna, hingga memilih kata kunci yang relevan dengan produk atau jasa. Pendekatan ini menggabungkan LSI, query turunan, long tail keyword, dan search intent agar pemilik usaha bisa membuat konten yang tepat sasaran dan benar-benar dicari pelanggan.
Apa Tantangan UMKM dalam Cara Riset Keyword Tanpa Tools Berbayar?
Banyak UMKM kesulitan melakukan riset keyword karena tidak memahami metode manual yang sebenarnya sangat bisa dilakukan siapa saja. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah pelaku usaha hanya menebak-nebak keyword, memilih kata yang populer tapi tidak relevan, atau meniru kompetitor tanpa strategi yang jelas. Padahal Google kini semakin memahami konteks, bukan sekadar angka volume pencarian. Artinya, pemilik usaha yang memahami pola pertanyaan pelanggan akan menang jauh lebih cepat.
UMKM sering mengalami tiga tantangan utama saat melakukan riset keyword:
-
Tidak tahu harus mulai dari mana
-
Takut salah memilih keyword
-
Terlalu fokus pada keyword besar yang sebenarnya sulit bersaing
Triknya sederhana: bukan mengejar kata terbanyak, tetapi memahami niat pencarian (search intent). Ketika UMKM mengetahui apa yang ditanyakan calon pelanggan, mereka otomatis dapat menentukan kata kunci utama yang tepat.
Mengapa Banyak UMKM Gagal Menemukan Keyword yang Tepat?
Ada beberapa alasan:
-
Mengandalkan tebakan. Banyak UMKM menentukan keyword hanya berdasarkan feeling, bukan data.
-
Terjebak keyword populer tapi tidak relevan. Misalnya bisnis jasa interior memilih keyword “desain rumah minimalis” padahal mereka menjual jasa pemasangan signage.
-
Hanya meniru kompetitor tanpa strategi. Menyalin headline atau topik pesaing tanpa memahami intent membuat konten sulit muncul.
Masalah ini terjadi karena UMKM tidak memiliki panduan, padahal Google menyediakan banyak data gratis.
Apa Sumber Data Gratis yang Bisa Dipakai Tanpa Tools Berbayar?
Ada empat fitur Google yang sangat akurat:
-
Google Suggest: menampilkan keyword berdasarkan popularitas real-time.
-
People Also Ask (PAA): berisi pertanyaan yang sering dicari pengguna.
-
Related Search: menampilkan variasi keyword yang relevan.
-
Google Trends: membantu mengetahui tren pencarian dan keyword musiman.
Keempat sumber ini sudah lebih dari cukup untuk UMKM melakukan riset keyword manual tanpa mengeluarkan biaya apa pun.
Bagaimana Menentukan Keyword Utama Tanpa Tools?
Ada pola sederhana yang bisa digunakan:
Masalah → Solusi → Konteks lokal
Contoh:
“Susah menentukan harga jasa?” → “cara menentukan harga jasa” → “Surabaya”
Cara lain yang bisa dilakukan:
-
Cek apakah keyword sesuai dengan produk atau jasa
-
Pastikan keyword bisa dijawab dalam bentuk konten praktis
-
Sesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, bukan ego bisnis
Pendekatan ini membuat riset keyword lebih manusiawi dan berorientasi pada kebutuhan nyata.
Bagaimana Cara Riset Keyword Gratis Menggunakan Google Suggest?
Google Suggest sering dianggap fitur biasa, padahal ini adalah alat riset keyword paling kuat untuk UMKM. Setiap kali seseorang mengetik sesuatu di Google, sistem akan memunculkan saran berdasarkan data popularitas, perilaku pengguna, topik hangat, dan pola pencarian massal. Artinya, apa pun yang muncul di Suggest adalah keyword yang benar-benar dicari orang.
UMKM sering melewatkan potensi besar ini karena tidak tahu cara membaca atau memaksimalkan variannya. Padahal dengan metode yang tepat, puluhan keyword bisa ditemukan hanya dalam beberapa menit.
Apa Itu Google Suggest dan Bagaimana Cara Membacanya?
Google Suggest adalah fitur autocomplete yang memprediksi topik pencarian berdasarkan:
-
Frekuensi pencarian
-
Urgensi dan niat pengguna
-
Relevansi topik
-
Tren real-time
Keunggulannya:
-
Sangat akurat
-
Gratis
-
Menampilkan long tail keyword, yaitu kata kunci spesifik yang lebih mudah diperingkatkan UMKM
Contoh: ketika Anda mengetik “cara riset keyword…”, Google akan menampilkan saran seperti:
-
cara riset keyword gratis
-
cara riset keyword untuk UMKM
-
cara riset keyword manual
Semua itu adalah keyword yang layak dieksplorasi.
Bagaimana Teknik A–Z untuk Menemukan Puluhan Keyword?
Teknik A–Z adalah metode paling populer dalam riset keyword manual.
Caranya:
-
Ketik keyword dasar, misalnya: cara riset keyword
-
Tambahkan huruf A–Z di belakangnya
-
Catat semua saran yang muncul
Contoh:
-
cara riset keyword a: …
-
cara riset keyword b: …
-
cara riset keyword c: …
Dari sini, Anda bisa mengamati pola kebutuhan pelanggan, misalnya kebutuhan tutorial, perbandingan, atau solusi praktis.
Kapan Keyword dari Suggest Layak Dijadikan Konten?
Tidak semua saran harus dipakai. Pastikan:
-
Keyword relevan dengan bisnis
-
Ada niat pencarian jelas (how-to, tips, perbandingan, solusi)
-
Anda mampu menjawabnya dengan konten berkualitas
Jika ketiga syarat terpenuhi, keyword tersebut layak dijadikan judul artikel atau sub-topik konten.
Menurut Brian Dean, praktisi SEO dan pendiri Backlinko:
“Tools itu hanya membantu, tapi sumber data paling berharga sebenarnya ada langsung di Google. Jika pelaku usaha mau meluangkan waktu membaca pola pencarian, mereka bisa menemukan keyword yang sangat relevan tanpa harus mengeluarkan biaya. Yang penting adalah memahami maksud pengguna, bukan mengejar angka volume.”
Dengan pendekatan human-first ini, UMKM dapat menemukan puluhan ide konten dari cara riset keyword tanpa tools berbayar yang jauh lebih relevan dan mudah dieksekusi.
Cara riset keyword tanpa tools berbayar pada tahap berikutnya tidak hanya mengandalkan Google Suggest, tetapi juga memaksimalkan fitur People Also Ask (PAA) dan Related Search. Dua fitur ini membantu UMKM menemukan pola pertanyaan yang lebih dalam, memahami niat pencarian (search intent), serta menemukan long tail keyword yang lebih mudah bersaing. Pendekatan ini sangat efektif untuk konten edukasi, blog UMKM, hingga strategi SEO organik yang fokus pada kebutuhan pengguna Google.
Bagaimana Cara Riset Keyword Tanpa Tools Berbayar Menggunakan People Also Ask?
Banyak UMKM tidak memahami bahwa PAA adalah harta karun riset keyword. Kolom People Also Ask ini memunculkan daftar pertanyaan yang paling sering dicari dalam konteks topik tertentu. Tantangannya, sebagian pelaku usaha belum cukup paham bagaimana membaca niat pencarian dari pertanyaan-pertanyaan itu. Padahal search intent adalah fondasi utama dalam strategi konten organik.
Ketika UMKM memahami intent, mereka lebih mudah membuat artikel yang menjawab masalah pelanggan secara tepat. Google saat ini juga memperluas PAA secara dinamis menggunakan AI-powered expansion. Jadi, semakin sering kita mengklik satu pertanyaan, semakin banyak pertanyaan baru yang muncul — dan ini bisa jadi sumber ide konten tanpa batas.
Apa Fungsi Kolom People Also Ask?
Kolom People Also Ask bukan sekadar daftar pertanyaan acak. Fungsinya:
-
Mengungkap jenis pertanyaan yang sering dicari oleh pengguna saat mengetik keyword tertentu.
-
Memberikan perspektif tambahan tentang topik terkait yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.
-
Menjadi inspirasi konten edukasi untuk UMKM, terutama topik how-to, permasalahan pelanggan, dan solusi praktis.
-
Menggambarkan pain point pelanggan secara lebih personal dibanding tools berbayar.
Bagi UMKM, PAA membantu memahami cara berpikir calon pelanggan serta menentukan arah konten yang lebih relevan.
Bagaimana Memperluas Keyword dari Pertanyaan di PAA?
Untuk memperluas keyword menggunakan PAA, langkahnya sangat sederhana:
-
Ketik keyword utama, misalnya: cara riset keyword tanpa tools berbayar.
-
Scroll ke People Also Ask.
-
Klik satu pertanyaan.
-
Google akan menampilkan pertanyaan tambahan — disebut PAA Expansion.
-
Catat pola masalah yang berulang.
Contoh pola yang sering keluar:
-
“Bagaimana cara riset keyword gratis?”
-
“Apa langkah menentukan kata kunci untuk UMKM?”
-
“Bagaimana menemukan keyword tanpa tools?”
Dengan memetakan pertanyaan ini, UMKM bisa membuat kluster konten yang saling terhubung, meningkatkan topical authority secara alami.
Jenis Search Intent Apa yang Mudah Dimenangkan UMKM?
UMKM biasanya unggul di jenis intent berikut:
-
How-to (tutorial langkah demi langkah)
Contoh: “cara riset keyword gratis untuk pemula” -
Tips praktis
Contoh: “tips memilih keyword yang tepat untuk UMKM” -
Permasalahan produk/jasa
Contoh: “kenapa website UMKM tidak muncul di Google?”
Jenis intent ini cenderung tidak memiliki kompetisi tinggi, tetapi memiliki nilai pencarian yang kuat.
Kata saya pribadi, PAA adalah fitur yang sering diremehkan oleh UMKM, padahal data yang muncul berasal dari kebiasaan nyata pengguna Google. Ketika pelaku usaha mulai terbiasa membaca pola pertanyaan, mereka akan melihat bahwa keyword bukan hanya “kata”, tetapi representasi dari masalah manusia. Semakin relevan konten dengan masalah itu, semakin besar peluang muncul di pencarian.
“Butuh bantuan memetakan search intent? Konsultasi gratis 10 menit”
Bagaimana Cara Menggunakan Related Search untuk Menemukan Long Tail Keyword?
Satu masalah besar yang sering ditemui adalah kecenderungan UMKM mengejar keyword besar seperti “jasa desain”, “jasa website”, atau “catering Surabaya”. Masalahnya, keyword besar itu penuh kompetitor dan seringkali tidak menunjukkan niat pencarian yang jelas. Di sinilah Related Search berperan penting.
Related Search membantu UMKM mengarahkan strategi ke long tail keyword — kata kunci spesifik, detail, dan biasanya lebih mudah masuk halaman satu Google. Tren terbaru menunjukkan bahwa Related Search makin kontekstual berkat peningkatan algoritma Google, sehingga variasi kata yang muncul sering kali sangat relevan dengan kebutuhan lokal dan niche bisnis.
Apa Itu Related Search?
Related Search adalah daftar saran pencarian yang muncul di bagian paling bawah SERP. Karakteristiknya:
-
Berisi variasi kata kunci yang terkait langsung dengan topik utama
-
Mengungkap preferensi pengguna yang sering tidak terlihat di Suggest maupun PAA
-
Sangat cocok untuk menemukan ide long tail keyword
-
Menggambarkan hubungan semantik antar topik
Contoh untuk keyword “cara riset keyword gratis” bisa muncul:
-
riset keyword manual
-
riset keyword tanpa login
-
keyword untuk UMKM
-
riset keyword Google
Semua ini bisa menjadi bahan konten berikutnya.
Bagaimana Menemukan Long Tail Keyword dari Related Search?
Untuk menggali long tail keyword, lakukan langkah berikut:
-
Ketik keyword utama.
-
Scroll hingga bagian akhir SERP dan lihat Related Search.
-
Pilih frasa paling relevan.
-
Gabungkan dengan kata pemicu:
-
murah
-
terbaik
-
terdekat
-
untuk UMKM
-
pemula
-
-
Sesuaikan dengan produk atau jasa bisnis.
Contoh hasil kombinasi:
-
“cara riset keyword gratis untuk UMKM pemula”
-
“riset keyword manual terbaik untuk bisnis kecil”
-
“cara mencari keyword terdekat dengan niche bisnis”
Ini adalah long tail yang kompetisinya ringan, tetapi niat pencariannya kuat.
Apa Kesalahan Umum UMKM Saat Memakai Related Search?
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
-
Mengambil semua keyword tanpa filter.
Ini membuat konten melebar dan tidak fokus. -
Tidak menyaring relevansi keyword.
Bukan semua saran cocok untuk bisnis tertentu. -
Keyword stuffing.
Memasukkan terlalu banyak keyword dalam satu artikel justru merusak pengalaman pembaca.
Cara yang benar adalah memilih keyword yang relevan, dapat dijawab, dan sesuai kapasitas bisnis.
Dari pengalaman pribadi mengamati puluhan website UMKM, long tail keyword hampir selalu menjadi pintu masuk tercepat untuk muncul di Google. Banyak pelaku usaha ingin langsung menargetkan keyword besar, padahal dengan membangun konten berbasis long tail, mereka bisa mengamankan posisi stabil terlebih dahulu sebelum naik ke keyword yang lebih kompetitif.
Dengan memahami pola PAA dan Related Search, UMKM dapat memperkuat strategi cara riset keyword tanpa tools berbayar secara lebih terarah dan manusiawi.
Bagaimana Cara Riset Keyword Gratis Dengan Google Trends untuk UMKM?
Banyak pelaku UMKM sebenarnya sudah pernah membuka Google Trends, tetapi tidak tahu cara membaca grafiknya. Akibatnya, mereka salah memahami tren pencarian: topik sedang naik dikira bagus, padahal bisa saja bersifat musiman; atau topik turun dikira buruk, padahal bisa menjadi konten evergreen yang stabil. Inilah sebabnya edukasi membaca tren sangat penting.
Google Trends juga menjadi alat wajib bagi marketer global untuk memantau perubahan minat pengguna. Tren ini bergerak cepat, terutama ketika Google memperbarui algoritma pencarian. Dengan memahami data Google Trends, UMKM bisa menentukan prioritas konten dan menghemat tenaga dalam produksi artikel.
Bagaimana Membaca Grafik Google Trends?
Grafik Google Trends menampilkan pola naik-turun minat pencarian. Cara membacanya sederhana:
-
Puncak = momentum.
Jika grafik naik tajam, itu artinya topik sedang banyak dicari. Momentum ini cocok untuk konten yang ingin cepat naik. -
Lembah = potensi konten evergreen.
Grafik yang stabil di posisi menengah atau rendah justru bagus untuk konten jangka panjang. Konten evergreen seperti ini akan terus dicari tanpa terpengaruh musim.
Poin penting untuk UMKM:
-
Jangan terpaku pada angka “100”. Itu bukan volume pencarian, tetapi index popularitas.
-
Fokus pada apakah grafik stabil atau mudah naik ketika momen tertentu muncul.
Dengan pola ini, UMKM bisa tahu kapan saat terbaik membuat konten edukasi, kapan memproduksi artikel musiman, dan kapan memanfaatkan long tail keyword.
Mengapa Membandingkan Kata Kunci Itu Penting?
Salah satu fitur paling berguna di Google Trends adalah kemampuan membandingkan dua atau lebih keyword sekaligus.
Dengan membandingkan keyword, UMKM bisa:
-
Mengetahui keyword mana yang layak diprioritaskan
Misalnya: “cara riset keyword gratis” vs “cara mencari keyword manual”. -
Menghemat tenaga produksi konten
Tidak semua keyword perlu dibuatkan artikel. Fokus pada keyword yang punya tren stabil dan relevansi tinggi. -
Melihat pergerakan musiman
Misalnya keyword “harga jasa desain” mungkin naik di awal tahun, tapi “cara buat landing page UMKM” stabil sepanjang tahun.
Dengan perbandingan ini, UMKM tidak lagi menebak keyword yang “keren”, tetapi memilih berdasarkan data.
Bagaimana Mencari Keyword Lokal Surabaya untuk UMKM?
Untuk UMKM di Surabaya atau kota-kota lain, Google Trends menyediakan fitur wilayah yang sangat membantu.
Caranya:
-
Masukkan keyword utama, misalnya “jasa digital marketing”.
-
Pilih wilayah “Indonesia → Jawa Timur → Surabaya”.
-
Lihat grafik popularitas lokal.
-
Tambahkan frasa seperti:
-
“Surabaya”
-
“terdekat”
-
“UMKM Surabaya”
-
Keyword lokal jauh lebih mudah bersaing dan sangat cocok untuk UMKM. Contoh:
-
“kursus SEO Surabaya”
-
“jasa kelola website terdekat”
-
“cara promosi bisnis UMKM Surabaya”
Strategi lokal ini membantu UMKM muncul pada pencarian yang benar-benar relevan dengan audiens sekitar.
Menurut Neil Patel, salah satu pakar pemasaran digital internasional, “Google Trends adalah alat riset yang sering diremehkan padahal sangat kuat. Dengan memahami pola naik-turun dan perbandingan keyword, bisnis dapat membuat keputusan lebih cerdas tanpa membayar tools premium. Tren ini membantu kita memahami bagaimana minat pengguna berubah dari waktu ke waktu.”
Bagaimana Menggabungkan Semua Metode Menjadi Riset Keyword UMKM yang Efektif?
Setelah memahami keempat metode — Google Suggest, People Also Ask, Related Search, dan Google Trends — tantangan terbesar UMKM adalah menggabungkan semuanya. Banyak pelaku usaha memiliki daftar keyword panjang, tetapi bingung menyusunnya menjadi prioritas yang jelas.
Solusinya adalah membuat kerangka riset sederhana agar data tidak berantakan dan mudah dieksekusi.
Bagaimana Menyusun Prioritas Keyword?
Gunakan tiga filter utama:
-
Relevansi
Apakah keyword berhubungan langsung dengan produk atau jasa? -
Kompetisi
Apakah keyword terlalu besar? Apakah ada peluang long tail? -
Intent (niat pencarian)
Apakah keyword ini benar-benar menunjukkan seseorang membutuhkan solusi?
Keyword yang lulus dari ketiga filter ini adalah kandidat terbaik untuk konten bulanan UMKM.
Contoh Workflow Riset Keyword untuk UMKM
Workflow sederhana yang bisa langsung diikuti:
-
Mulai dari Google Suggest untuk menemukan keyword dasar.
-
Lanjutkan ke People Also Ask untuk memetakan pertanyaan pelanggan.
-
Gunakan Related Search untuk menemukan long tail keyword.
-
Validasi tren dan momentum dengan Google Trends.
-
Pilih 10–20 keyword bulanan untuk dieksekusi menjadi artikel.
Workflow ini menjaga kualitas riset tetap tinggi tanpa tools berbayar.
Bagaimana Menjadikan Keyword Menjadi Kalender Konten?
Kuncinya sederhana:
-
1 keyword = 1 artikel
-
1 artikel = 1 masalah/solusi
Dengan format seperti ini, UMKM:
-
Lebih mudah membuat konten
-
Tidak terjebak keyword stuffing
-
Membangun topical authority secara bertahap
Kalender konten bulanan bisa berisi:
-
3–5 keyword utama
-
7–15 keyword pendukung
-
1–2 konten momentum dari Google Trends
Pendekatan ini membuat konten konsisten tanpa terasa berat.
Bagaimana Mengubah Riset Keyword Manual Menjadi Konten yang Disukai Google?
Setelah menemukan keyword, tantangan berikutnya adalah mengeksekusinya menjadi artikel yang manusiawi, informatif, dan sesuai E-E-A-T. Banyak UMKM sudah jago riset, tetapi bingung ketika diminta membuat konten. Inilah alasan konten harus dirancang dengan alur yang natural.
Bagaimana Mengubah Keyword Menjadi Judul Artikel yang Menarik?
Gunakan pola sederhana:
“Cara + manfaat + konteks UMKM”
Contoh:
-
“Cara Riset Keyword Gratis untuk UMKM Pemula”
-
“Cara Menentukan Keyword yang Tepat untuk Jasa Lokal Surabaya”
-
“Cara Membuat Konten SEO Tanpa Tools Berbayar”
Judul seperti ini langsung memikat karena jelas manfaatnya.
Bagaimana Menulis Konten Human + AI Sesuai E-E-A-T?
Untuk membuat konten berkualitas:
-
Sertakan pengalaman pribadi
-
Jelaskan langkah nyata
-
Gunakan contoh yang dekat dengan keseharian UMKM
-
Hindari generalisasi, berikan konteks lokal
-
Integrasikan AI sebagai alat bantu, bukan penentu keputusan
Sebagai praktisi yang sering mendampingi UMKM, saya melihat konten yang menang itu bukan yang sempurna teknisnya, tetapi yang benar-benar membantu pembaca memahami solusi. Google makin pintar membaca kualitas konten, sehingga artikel yang menjawab pertanyaan secara jelas akan mendapat kepercayaan lebih tinggi.
Bagaimana Monitoring Performa Keyword tanpa Tools Berbayar?
UMKM dapat memantau performa keyword hanya menggunakan Google Search Console.
Cek bagian:
-
Query → melihat kata apa yang memunculkan website
-
Posisi → rata-rata ranking
-
Klik → seberapa banyak orang mengunjungi halaman
Dari data ini, UMKM bisa memperbaiki artikel, menambah internal link, atau memperbarui judul agar lebih sesuai search intent.
“Ingin riset keyword + artikel dikerjakan otomatis? Coba Jasa Kelola Website Mas Naviq.”
Dengan memahami alur di atas, UMKM bisa menjalankan cara riset keyword tanpa tools berbayar dengan lebih strategis dan efektif setiap bulan.
FAQ People Also Ask
1. Bagaimana cara riset keyword tanpa tools berbayar?
Anda bisa memanfaatkan empat fitur gratis dari Google: Google Suggest, People Also Ask, Related Search, dan Google Trends. Metode ini membantu menemukan keyword relevan, long tail keyword, serta memahami search intent tanpa perlu tools premium.
2. Apa contoh keyword yang cocok untuk UMKM?
Contoh keyword yang mudah bersaing dan relevan untuk UMKM antara lain: cara riset keyword gratis, strategi konten UMKM, cara muncul di Google, atau keyword untuk bisnis lokal Surabaya. Pilih keyword yang dekat dengan masalah pelanggan.
3. Mengapa search intent penting dalam riset keyword?
Search intent menentukan apa yang sebenarnya dicari pengguna. Jika konten sesuai niat pencarian—misalnya how-to, tips, atau penyelesaian masalah—Google lebih mudah menaikkan posisi artikel di SERP.
4. Apa itu long tail keyword dan mengapa penting untuk UMKM?
Long tail keyword adalah kata kunci yang lebih spesifik, misalnya: “cara riset keyword gratis untuk UMKM pemula”. Jenis keyword ini kompetisinya rendah dan peluang muncul di halaman pertama lebih besar.
5. Bagaimana mencari keyword lokal seperti Surabaya atau kota tertentu?
Gunakan Google Trends dan atur wilayah pencarian ke kota atau provinsi tertentu. Tambahkan frasa seperti “Surabaya”, “terdekat”, atau “untuk UMKM” untuk mendapatkan kata kunci yang lebih relevan secara lokal.
6. Apa kesalahan umum UMKM dalam riset keyword?
Kesalahan umum meliputi: memilih keyword besar yang terlalu kompetitif, menebak tanpa data, menyalin keyword kompetitor, dan memasukkan keyword berlebihan dalam satu artikel (keyword stuffing).
7. Apakah bisa memonitor performa keyword tanpa tools berbayar?
Bisa. Gunakan Google Search Console untuk melihat query yang memunculkan website, posisi rata-rata, klik, dan halaman yang berpotensi ditingkatkan.
8. Berapa jumlah keyword ideal untuk konten UMKM setiap bulan?
Rekomendasinya 10–20 keyword per bulan: 3–5 keyword utama dan sisanya keyword pendukung. Ini menjaga konsistensi sekaligus membangun topical authority.
Ingin riset keyword + pembuatan artikel dikerjakan otomatis tiap bulan?
👉 Coba Jasa Kelola Website Mas Naviq di masnaviq.com

Halo, saya Mas Naviq — praktisi SEO AI yang percaya bahwa optimasi website gak harus rumit, teknis, atau menguras energi.
Saya ingin membantu para pemilik bisnis, freelancer, dan marketer pemula:
yang bingung mulai dari mana
yang takut SEO itu ribet
dan yang ingin naik level digital tanpa harus coding atau pakai agency mahal
Dengan pendekatan praktis, efisien, dan membumi, saya ingin menunjukkan bahwa semua orang bisa belajar SEO — apalagi kalau dibantu AI.

