
Bagaimana menentukan kata kunci utama dan turunan untuk UMKM adalah hal pertama yang perlu dipahami ketika ingin membuat konten yang benar-benar ditemukan Google. Banyak pemilik UMKM berpikir riset keyword itu rumit, padahal kalau dipandu langkah demi langkah, prosesnya bisa sangat sederhana. Artikel ini akan membantu UMKM mulai dari dasar—apa itu keyword utama, bagaimana menentukannya, bagaimana mencari kata kunci turunan, hingga contoh konkretnya. Semua dijelaskan dengan bahasa ringan, plus disertai query turunan, keyword pendukung, dan LSI agar artikel ini tetap ramah SEO tanpa terasa kaku.
Google kini tidak hanya membaca teks, tetapi juga niat di balik pencarian (search intent). Itu sebabnya, pemilihan kata kunci harus mempertimbangkan konteks, relevansi, dan tingkat kesesuaian dengan bisnis. Seperti kata salah satu praktisi SEO internasional, “Keyword research bukan hanya mencari kata populer, tapi memahami apa yang benar-benar dibutuhkan manusia ketika mereka mencari sesuatu.” Kutipan ini mengingatkan UMKM bahwa riset kata kunci bukan sekadar teknis, tetapi tentang membantu orang menemukan solusi yang mereka cari.
Apa Itu Kata Kunci Utama dan Bagaimana Menentukannya?
Banyak UMKM bingung harus mulai dari mana ketika melakukan riset keyword. Masalah ini muncul karena tidak ada panduan sederhana yang bisa langsung dipakai. Padahal, menentukan kata kunci utama tidak harus rumit — cukup memahami tujuan bisnis, mengetahui apa yang dicari pelanggan, dan melihat tren pencarian Google. Apalagi sekarang Google semakin fokus pada context understanding, bukan hanya kata demi kata.
Dengan memilih keyword utama yang tepat, UMKM bisa membuat artikel yang relevan, mudah ditemukan, dan lebih berpeluang tampil di hasil pencarian. Kuncinya: pilih kata kunci yang paling dekat dengan produk atau layananmu.
Apa Itu Keyword Utama dalam SEO?
Keyword utama adalah kata kunci inti yang menjadi fokus sebuah halaman atau artikel. Inilah kata yang ingin kamu rangking di Google.
Penjelasan sederhananya:
-
Keyword utama = topik besar / fokus utama halaman
-
Biasanya punya search intent yang jelas
-
Dimasukkan ke judul, URL, H1, paragraf pertama, dan beberapa bagian penting artikel
Hubungannya dengan halaman utama sangat besar. Keyword utama biasanya berkaitan langsung dengan penawaran bisnis. Misalnya UMKM kuliner yang jual mie ayam, keyword utamanya bisa:
Simpel, relevan, dan sesuai produk.
Bagaimana Menentukan Keyword Utama yang Tepat?
Agar UMKM tidak salah pilih, gunakan tiga prinsip:
1. Relevansi
Keyword harus mencerminkan produk yang kamu jual. Jangan memilih keyword yang jauh dari bisnis hanya karena volumenya besar.
2. Intent (Niat Pencarian)
Cek jenis intent:
-
Informational: orang ingin belajar
-
Commercial: orang sedang membandingkan
-
Transactional: orang siap membeli
Pilih keyword sesuai tujuan halaman.
3. Volume Realistis
UMKM yang baru mulai SEO sebaiknya tidak memilih keyword dengan persaingan tinggi. Mulai dari volume menengah sampai kecil tetapi relevan.
Contoh praktis untuk UMKM jasa kebersihan:
-
Keyword besar (sulit): jasa kebersihan
-
Keyword utama ideal: jasa kebersihan rumah surabaya
-
Keyword pendukung/LSI: layanan bersih-bersih, jasa cleaning service, bersih rumah panggilan
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih Keyword Utama
Banyak UMKM melakukan kesalahan berikut:
-
Hanya mengejar volume besar → padahal belum mampu bersaing
-
Tidak sesuai produk → akibatnya trafik tidak menghasilkan pelanggan
-
Meniru kompetitor tanpa analisis → kompetitor bisa punya otoritas domain lebih tinggi
Hindari tiga hal ini, dan keyword utama kamu akan jauh lebih efektif.
Bagaimana Menentukan Kata Kunci Turunan yang Relevan untuk UMKM?
Keyword turunan adalah kata kunci pendukung yang membuat konten menjadi lebih kaya, mendalam, dan mudah dipahami Google. Masalah yang sering terjadi: UMKM fokus pada satu kata besar saja, padahal yang membuat artikel naik adalah kedalaman topiknya.
Solusinya: gunakan kata kunci turunan yang relevan, natural, dan berkaitan dengan keyword utama. Biasanya berupa long tail keyword seperti “cara membuat mie ayam simpel”, bukan kata tunggal seperti “mie”.
Google juga semakin menyukai konten yang punya topical depth, bukan hanya mengulang keyword utama.
Apa Bedanya Keyword Utama dan Keyword Turunan?
Perbedaannya sederhana:
Fungsi
Hubungan Internal Link
Keyword turunan bisa dijadikan artikel pendukung, lalu dihubungkan ke artikel utama. Inilah strategi keyword cluster.
Contoh UMKM
UMKM keripik pisang:
Cara Menemukan Keyword Turunan Berkualitas
Gunakan alat gratis yang sudah disediakan Google:
1. Google Suggest
Ketik kata kunci → lihat saran otomatis.
Contoh: mie ayam → “mie ayam enak malam hari”, “mie ayam pedas”.
2. People Also Ask (PAA)
Bagian tanya-jawab di SERP sangat kaya ide, misalnya:
“Bagaimana cara membuat mie ayam gurih?”
3. Related Searches
Bagian paling bawah halaman Google memunculkan pencarian relevan seperti:
“resep mie ayam sederhana”.
Kombinasikan semua menjadi list kata kunci turunan.
Contoh Keyword Turunan untuk Berbagai Niche UMKM
Berikut contoh siap pakai:
1. Kuliner
2. Jasa
3. Fashion
4. Kesehatan
Dengan memahami dasar ini, UMKM bisa mulai membuat artikel yang relevan, mudah ditemukan, dan konsisten muncul di Google. Semua dimulai dari satu langkah sederhana: bagaimana menentukan kata kunci utama dan turunan yang tepat untuk bisnismu.
Bagaimana menentukan kata kunci utama dan turunan menjadi semakin mudah ketika UMKM memahami cara melakukan riset keyword secara sederhana. Banyak pelaku usaha merasa proses ini rumit, padahal jika dipecah menjadi langkah kecil, siapa pun bisa melakukannya tanpa harus memahami teknis SEO secara mendalam. Riset keyword pada dasarnya adalah proses memahami apa yang sering dicari calon pelanggan di Google, lalu menyusun konten yang menjawab kebutuhan tersebut.
Google AI SERP kini menilai kualitas keyword cluster—bukan sekadar banyaknya kata yang ditargetkan. Artinya, konten dengan kedalaman topik dan hubungan antar keyword yang kuat akan lebih dihargai algoritma. Karena itu, UMKM perlu mulai belajar strategi riset yang praktis, realistis, dan sesuai karakter bisnisnya.
Bagaimana Cara Riset Keyword untuk Pemula UMKM?
Banyak UMKM merasa riset keyword hanyalah pekerjaan “anak teknis”, padahal sebenarnya langkah-langkahnya bisa sangat sederhana. Kuncinya adalah konsisten dan fokus pada daftar kecil keyword awal, sekitar 10–20 kata yang benar-benar relevan dengan bisnis.
Riset keyword tidak butuh tools mahal atau ribet. Yang dibutuhkan hanyalah cara berpikir yang benar: memahami pelanggan, memahami konteks, dan memahami bagaimana Google memprioritaskan sebuah topik. Dari pengalaman saya mendampingi UMKM, riset keyword justru menjadi bagian paling menyenangkan ketika sudah tahu alurnya. UMKM bisa menemukan ide konten baru, mengerti apa yang dicari pelanggan, dan membuat artikel yang punya peluang tampil di hasil pencarian organik.
Langkah Riset Keyword Paling Mudah untuk UMKM
Berikut langkah paling sederhana dan praktis:
1. Tentukan Topik Utama
Pilih satu topik yang paling berhubungan dengan produk atau layanan.
Contoh:
-
UMKM kuliner → mie ayam rumahan, kuliner malam Surabaya
-
UMKM jasa → jasa cleaning service, tukang taman Surabaya
2. Cari Variasi Keyword
Gunakan fitur pencarian Google untuk mendapatkan variasi:
-
Google Suggest
-
People Also Ask
-
Related Searches
Kombinasikan dengan keyword pendukung seperti “cara membuat”, “harga”, “terdekat”, atau “tips”.
3. Baca SERP (Search Engine Results Page)
SERP adalah petunjuk arah paling jujur tentang apa yang Google anggap relevan.
Cek:
-
Judul artikel teratas
-
Subjudul (H2 / H3)
-
Tipe konten (artikel, video, Q&A)
-
Pola keyword yang muncul berulang
Membaca SERP memberi pemahaman konteks—bukan hanya kata.
Kadang saya melihat UMKM terlalu fokus pada angka seperti volume pencarian, padahal hal paling penting adalah memahami maksud pencarian (search intent) dari calon pelanggan. Saat memahami intent, konten otomatis menjadi lebih relevan dan manusiawi.
Cara Menentukan Keyword Berdasarkan Search Intent
Intent menentukan arah konten. Ada tiga jenis:
1. Informational
Orang ingin belajar sesuatu.
Contoh:
Gunakan keyword ini untuk artikel edukasi.
2. Commercial
Orang sedang membandingkan.
Contoh:
Jenis keyword ini cocok untuk halaman review atau listicle.
3. Transactional
Orang siap membeli.
Contoh:
Ini yang paling dekat dengan penjualan.
Cara Membandingkan Keyword Secara Cepat
Saat punya 10–20 keyword, lakukan perbandingan cepat:
1. Volume Pencarian
Pilih volume kecil-menengah, terutama untuk UMKM.
2. Difficulty (Kesulitan Konten)
Semakin rendah, semakin mudah untuk bersaing.
3. Relevansi Bisnis
Pertimbangkan apakah keyword tersebut betul-betul mendatangkan pelanggan.
Jika sebuah keyword memiliki volume kecil tapi sangat relevan dengan produk, itu lebih bernilai daripada keyword besar tapi tidak relevan.
👉 “Butuh bantuan riset keyword? Coba konsultasi dengan Mas Naviq.”

Tools Riset Keyword Gratis yang Bisa Dipakai UMKM
Banyak UMKM merasa riset keyword harus memakai tools berbayar, padahal tools gratis sudah lebih dari cukup. Bahkan tools gratis dari Google memberikan data paling akurat karena langsung dari sumbernya. Yang penting adalah cara memadukan informasi dari beberapa tools, bukan berapa mahal tools yang digunakan.
Saat mengerjakan proyek UMKM, saya sering menggunakan kombinasi tiga tools gratis saja. Dari situ sudah bisa membuat peta konten sebulan penuh, bahkan membangun cluster keyword untuk jangka panjang. AI pun kini mempermudah proses, memungkinkan UMKM menghemat waktu riset hingga 70%.
Tools Gratis Google untuk Riset Keyword
Berikut tools gratis yang sangat direkomendasikan:
1. Google Keyword Planner
2. Google Trends
3. Google Search Console
-
Mendeteksi keyword apa yang sudah mulai tampil
-
Memperbaiki artikel yang hampir naik
-
Melihat peluang keyword baru
Ketiganya adalah fondasi riset keyword paling akurat.
Tools Non-Google yang Cocok untuk UMKM
UMKM bisa memakai versi gratis dari tools berikut:
1. Ubersuggest
-
Volume pencarian
-
Ide keyword
-
Peluang konten
2. AnswerThePublic
3. Keywordtool.io
Tools ini memberi gambaran lebih luas dari Google Suggest.
Tools AI untuk Riset Keyword Lebih Cepat
AI dapat mempercepat proses riset keyword dengan menganalisis pola pencarian dan membuat list keyword terstruktur.
Yang bisa digunakan:
-
ChatGPT
-
Gemini
-
AI Content Mapper
Kamu bisa memintanya membuat:
-
daftar keyword utama
-
turunan
-
cluster
-
intent
-
outline konten
AI mempercepat proses, manusia memberi arah, dan hasilnya lebih relevan.
Dengan memahami langkah-langkah ini, UMKM bisa secara mandiri melakukan riset kata kunci yang efektif, terarah, dan sesuai kebutuhan bisnis. Semua kembali pada landasan awal: bagaimana menentukan kata kunci utama dan turunan yang mampu membawa pelanggan datang secara organik tanpa tergantung iklan.

Bagaimana menentukan kata kunci utama dan turunan kembali menjadi bagian penting ketika UMKM mulai memasuki tahap analisis kompetitor, membuat cluster keyword, dan menempatkan keyword dalam konten. Pada titik ini, riset saja tidak cukup—UMKM perlu memahami siapa yang sudah menguasai pencarian, bagaimana pola konten mereka, dan bagaimana memposisikan diri secara strategis. Google kini menilai konteks domain dan hubungan antar topik, bukan sekadar menilai artikel satu per satu. Artinya, strategi keyword harus lebih terstruktur, tidak lagi acak.
Ini adalah fondasi SEO modern berbasis topic authority, content depth, dan search intent. Dengan memahami cara membaca SERP, cara membuat cluster keyword, dan cara menempatkan keyword secara natural, UMKM bisa mulai bersaing meski berada di pasar yang padat. Seperti yang pernah dikatakan seorang praktisi SEO terkenal, “Di era pencarian berbasis konteks, pemenang bukan yang punya satu konten terbaik—tetapi yang punya topik paling lengkap dan paling konsisten.”
Bagaimana Menganalisis Kompetitor untuk Menentukan Keyword?
Banyak UMKM tidak tahu siapa kompetitor digital mereka. Di dunia nyata, kompetitor bisa sesama bisnis lokal. Namun di Google, kompetitor bisa berupa blog resep, media berita, marketplace, atau bahkan website hobi. Karena itu UMKM perlu mempelajari SERP sebagai peta kompetisi.
Solusinya: pelajari cara sederhana mengintip kompetitor langsung dari hasil pencarian. Lihat pola keyword yang mereka gunakan, bagaimana mereka membangun struktur konten, dan dari situ kita bisa menyesuaikan strategi. Ini bukan untuk meniru, tapi untuk memahami standar kompetisi.
Tren terbaru di Google menunjukkan bahwa reputasi domain menentukan peluang ranking. Konten yang bagus saja tidak cukup—konteks domain, kualitas topik, dan cluster keyword menjadi penilaian utama.
Cara Menemukan Kompetitor di Google
Langkah praktis:
1. Ketik Keyword Utama
Misalnya UMKM menjual “mie ayam surabaya”.
Ketik di Google, lalu lihat daftar hasil pencarian.
2. Catat 5 Website Teratas
Biasanya terdiri dari:
-
Blog kuliner
-
Website lokal
-
Platform review
-
Website pesaing langsung
-
Artikel media
Dari 5 website teratas ini, UMKM sudah mendapatkan gambaran “standar minimal” yang harus dilampaui.
Cara Melihat Pola Keyword Kompetitor
Perhatikan hal berikut:
1. Judul
Judul mereka memberi petunjuk keyword utama yang mereka targetkan.
2. Subjudul
Subjudul menunjukkan keyword turunan dan topik pendukung.
3. Keyword Repetisi Natural
Lihat bagaimana mereka mengulang keyword tanpa terasa memaksa.
Contoh pola (kuliner):
-
mie ayam surabaya enak
-
mie ayam malam hari
-
mie ayam kuah gurih
-
harga mie ayam terdekat
Dengan membaca pola ini, UMKM bisa memahami keyword pendukung dan LSI yang relevan.
Cara Meniru Tanpa Menjiplak
Meniru bukan berarti copy paste. Yang ditiru adalah pola logika kontennya.
Caranya:
-
Amati sudut pandang kompetitor → seperti apa cara mereka menyampaikan?
-
Tambahkan insight unik brand → misalnya pengalaman UMKM melayani pelanggan
-
Gunakan pendekatan Human + AI → AI untuk riset, manusia untuk sudut pandang
Pendekatan ini membuat konten lebih kuat, unik, dan relevan.
Bagaimana Membuat Cluster Keyword agar Web UMKM Mudah Naik di Google?
Masalah besar UMKM adalah konten acak. Hari ini bahas harga, besok bahas tutorial, lusa bahas review. Pola yang tidak terstruktur membuat Google kesulitan memahami topik utama website.
Solusinya adalah membuat keyword cluster. Ini adalah teknik penataan konten berdasarkan topik inti, sehingga Google menganggap website lebih ahli dalam satu bidang. Tipsnya sederhana: buat 1 halaman utama (pillar content) lalu buat 7–10 artikel pendukung.
Google AI SERP kini sangat mengutamakan topik yang lengkap dan konsisten, bukan konten yang berdiri sendiri.
Apa Itu Keyword Cluster?
Keyword cluster adalah pengelompokan kata kunci berdasarkan topik inti.
Definisi:
Sekumpulan keyword terkait yang saling mendukung dalam satu tema.
Fungsi:
-
Memperkuat otoritas topik
-
Meningkatkan internal link
-
Memudahkan Google memahami konteks
Contoh (UMKM jasa cleaning service):
Cara Membuat Cluster untuk UMKM dengan Mudah
Langkah ringkas:
1. Pilih Tema Inti
Misalnya “mie ayam surabaya”.
2. Tentukan Turunan
Gunakan:
-
Google Suggest
-
People Also Ask
-
Related searches
3. Atur Urutan Posting
Mulai dari artikel pendukung baru naik ke artikel utama.
Tujuannya: artikel pendukung memperkuat artikel utama.
Cara Membuat Internal Link SEO-Friendly
Internal link adalah jalur penghubung antar artikel.
Poin-poin penting:
-
Gunakan anchor text natural
Contoh: cara membuat mie ayam pedas
-
Hubungkan topik yang relevan
-
3–5 internal link per artikel sudah cukup
-
Pastikan link tidak spam dan tetap mengalir secara alami
Internal link membantu robot Google mengerti struktur website.
Bagaimana Menggunakan Keyword untuk Optimasi Konten Website UMKM?
Masalah umum UMKM: sudah punya keyword, tapi tidak tahu menempatkannya di mana. Akhirnya keyword dimasukkan secara berlebihan, sehingga terlihat seperti keyword stuffing. Ini justru merusak ranking.
Solusinya adalah mengikuti pedoman penempatan keyword yang natural dan relevan. Jangan memaksakan. Google bisa mendeteksi pola repetisi tidak wajar. Yang penting adalah memberikan jawaban yang lengkap dan jelas pada pembaca sambil menjaga keyword density sekitar 2,8%.
Tren Google saat ini menghukum konten yang berlebihan dalam pemakaian keyword. Yang dihargai adalah konteks.
Cara Menempatkan Keyword Utama
Tempatkan di titik strategis berikut:
1. Judul
Judul sebaiknya mengandung keyword utama.
2. URL
Gunakan versi pendek dan relevan.
3. H1
H1 harus merepresentasikan fokus artikel.
4. 150 Kata Pertama
Google membaca bagian ini sebagai sinyal paling kuat.
Jika ditempatkan di empat area tersebut, konten sudah sangat kuat secara SEO.
Cara Menempatkan Keyword Turunan
Keyword turunan dapat ditempatkan secara natural di:
1. Subjudul (H2/H3)
Gunakan variasi query turunan dan LSI.
2. Isi Paragraf
Tulis secara natural, tidak memaksa.
3. Alt Image
Alt text membantu Google memahami konteks gambar.
Dengan menempatkan keyword turunan secara konsisten, Google lebih mudah membaca kedalaman topik.
Checklist Optimasi Keyword UMKM
Berikut checklist sederhana:
-
Keyword density: 2,8%
-
3–5 internal link relevan
-
Gunakan keyword utama di empat titik strategis
-
Gunakan keyword turunan secara natural
-
Pastikan relevansi konten tetap terjaga
Jika checklist ini dilakukan, persentase artikel untuk naik di SERP jauh lebih tinggi.
👉 “Mau websitemu diurus otomatis? Coba Jasa Kelola Website Mas Naviq.”

FAQ
1. Bagaimana cara menentukan kata kunci utama untuk artikel?
Kata kunci utama dipilih berdasarkan relevansi dengan topik, tujuan halaman, dan kebutuhan audiens. Cara paling mudah adalah menentukan satu topik inti, lalu memilih keyword yang paling menggambarkan isi konten. Pastikan keyword tersebut memiliki search intent yang sesuai dan volume pencarian yang realistis untuk UMKM.
2. Apa perbedaan keyword utama dan keyword turunan?
Keyword utama adalah fokus utama artikel, sedangkan keyword turunan adalah variasi atau pendukung yang memperkaya pembahasan. Keyword utama ditempatkan di judul, H1, dan paragraf pertama. Keyword turunan ditempatkan di H2/H3, subtopik, dan dalam paragraf secara natural.
3. Bagaimana cara mencari keyword turunan yang relevan?
Gunakan fitur Google Suggest, People Also Ask, dan Related Searches. Cukup ketik keyword utama, lalu lihat variasi pencarian yang muncul. UMKM juga bisa menggunakan tools gratis seperti Keyword Planner, Ubersuggest versi gratis, dan ChatGPT untuk membuat list keyword turunan.
4. Berapa banyak keyword yang sebaiknya dipakai dalam 1 artikel?
Idealnya 1 keyword utama dan 5–10 keyword turunan. Tidak perlu memasukkan semuanya; pilih yang paling relevan. Yang terpenting bukan jumlahnya, tetapi relevansi, konteks, dan alurnya tetap natural.
5. Apakah keyword volume kecil tetap bagus digunakan?
Ya. Malah keyword volume kecil cenderung lebih mudah naik untuk website baru atau UMKM. Biasanya persaingannya rendah, tetapi sangat relevan dengan kebutuhan pelanggan.
6. Apakah riset keyword wajib menggunakan tools berbayar?
Tidak wajib. Tools gratis seperti Google Keyword Planner, Google Trends, Google Search Console, AnswerThePublic, dan ChatGPT sudah cukup untuk UMKM. Yang penting adalah memahami cara membaca data dan menghubungkannya dengan kebutuhan pelanggan.
7. Di mana saja keyword harus ditempatkan dalam artikel?
Penempatan ideal keyword utama:
-
Judul
-
URL
-
H1
-
Paragraf pertama
Keyword turunan:
-
H2/H3
-
Isi paragraf
-
Alt image
-
Internal link
Distribusinya harus natural dan tidak berlebihan.
8. Apa itu keyword cluster dan kenapa penting?
Keyword cluster adalah struktur konten yang mengelompokkan topik utama dengan artikel pendukung. Google AI SERP menyukai website yang punya kedalaman topik, bukan konten acak. Cluster membantu Google memahami konteks dan meningkatkan peluang ranking.
9. Bagaimana cara mengintip kompetitor untuk menemukan keyword?
Cukup ketik keyword utama di Google, lalu catat 5–10 hasil teratas. Pelajari judul, subjudul, dan pola keyword yang sering mereka gunakan. Jangan meniru kontennya, cukup amati struktur, gaya, dan alur informasinya.
10. Berapa keyword density yang aman untuk SEO?
Kisaran aman adalah 1–3%, dan untuk artikel ini dianjurkan 2,8%. Namun Google lebih mementingkan konteks dan relevansi, bukan sekadar kepadatan kata. Pastikan penggunaan keyword tetap natural.
👉 Ingin riset keyword yang rapi dan terarah tanpa pusing teknis? Coba konsultasi atau gunakan Jasa Kelola Website Mas Naviq untuk bantu websitemu muncul di Google secara organik.
Halo, saya Mas Naviq — praktisi SEO AI yang percaya bahwa optimasi website gak harus rumit, teknis, atau menguras energi.
Saya ingin membantu para pemilik bisnis, freelancer, dan marketer pemula:
yang bingung mulai dari mana
yang takut SEO itu ribet
dan yang ingin naik level digital tanpa harus coding atau pakai agency mahal
Dengan pendekatan praktis, efisien, dan membumi, saya ingin menunjukkan bahwa semua orang bisa belajar SEO — apalagi kalau dibantu AI.